Analisis jurnal 2.
Tema : Analisis kepuasan nasabah terhadap pelayanan BANK MANDIRI
Judul : Layanan
kepuasan nasabah terhadap BANK MANDIRI
Pengarang : Andi
Lesmana (Magister Manajemen, Universitas Gunadarma)
Tahun : -
Latar belakang.
Pengukuran
Kepuasan Nasabah merupakan hal yang seharusnya dilakukan suatu
organisasi secara periodik untuk lebih memantapkan keunggulan
bersaingnya
dibandingkan
dengan kompetitor. Peningkatan Kinerja yang dilakukan oleh petugas
bank
sebagai penyaji jasa serta pihak manajemen Bank Mandiri sebagai penyedia jasa
perbankan,
pada atribut yang tepat akan membawa dampak positif yaitu meningkatkan
kepuasan
nasabah. Namun sebaliknya, peningkatan kinerja pada atribut yang tidak
tepat
akan membawa suatu organisasi pada pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengukur
kepuasan nasabah dengan menggunakan metode Important Performance
Analysis
dan Diagram Kartesius.
Metode Important Performance Analysis dapat digunakan untuk
menentukan bobot pada sisi tingkat kinerja/pelayanan yang diterima nasabah (X)
dan bobot pada sisi tingkat kepentingan/harapan nasabah (Y) atas dasar lima
dimensi kualitas pelayanan jasa yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy,
dan tangibles. Sedangkan metode diagram kartesius digunakan untuk mengidentifikasi
prioritas perbaikan kinerja bagi perusahaan.
Data penelitian didapat dengan
menyebarkan kuesioner yang meliputi pertanyaan pertanyaan yang mewakili 5 dimensi
kualitas pelayanan jasa yang dikembangkan dan divalidasi oleh Zeithhaml, Valarie
A, Parasuraman A dan Berry, Leonard L,(1990). Disamping itu, penulis juga menambahkan
beberapa butir pertanyaan yang telah diuji validitasnya dengan menggunakan
metode product moment (Corrected Item Total Correlation), dan reliabilitasnya
dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Penelitian ini dilakukan pada BANK
MANDIRI (PERSERO) TBK DI BAGIAN RETAIL & CONSUMER RISK GROUP.
Tingkat kesenjangan terbesar terdapat pada
dimensi reliability dengan nilai gap sebesar (-0,77) pada pelayanan petugas
security, dimensi tangibles (-0,71) pada pelayanan petugas customer service,
dan dimensi reliability (-0,29) pada pelayanan petugas collection. Sehingga
prioritas utama perbaikan yang harus dilakukan terutama pada dimensi
reliability dan tangibles.
Metode penelitian.
Data yang digunakan adalah data
primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada nasabah-nasabah pengguna
kartu kredit dan jasa-jasa lainnya dari Bank Mandiri (Persero) Tbk – Retail
& Consumer Risk Group (Plaza Bumi Daya Lt.5), Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta,
serta data sekunder yang diperoleh dari data internal Bank Mandiri.
Penelitian ini menggunakan
variabel/atribut yang diteliti, meliputi lima dimensi kualitas pelayanan jasa
yakni keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan / keyakinan
(assurance), empati (emphaty) dan berwujud (tangible). Dari kelima demensi
kualitas pelayanan jasa tersebut, kepada nasabah di berikan 47 butir pertanyaan
yang mencerminkan masing-masing kelompok dimensi kualitas pelayanan7 jasa.
Adapun 47 butir pertanyaan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan petugas
bank yang menjadi penyaji jasa, yaitu 10 butir pertanyaan untuk petugas security,
19 butir pertanyaan untuk customer service, dan 18 butir pertanyaan untuk petugas
collection. Kelima dimensi tersebut dinilai dengan menggunakan lima kategori
pengukuran (skala likert) terhadap dua bagian, yaitu: harapan nasabah, dan
pelayanan yang diterima nasabah. Lima kategori harapan nasabah dan pelayanan
yang diterima nasabah terdiri dari :
1.
Kategori 1 : tidak penting / tidak puas
2.
Kategori 2 : kurang penting / kurang puas
3.
Kategori 3 : cukup penting / cukup puas
4.
Kategori 4 : penting / puas
5.
Kategori 5 : sangat penting / sangat puas
Dalam penelitian ini metode
pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei, dimana pengambilan
sampelnya menggunakan teknik purposive random sampling yaitu metode pengambilan
sampel yang didasarkan atas penilaian atau pertimbangan tertentu dari peneliti.
Adapun kriteria sampel yaitu:
1.
Responden adalah nasabah Bank Mandiri yang menggunakan jasa kredit
dan bertransaksi langsung dengan Security, Customer Service dan Petugas
Collection;
2.
Waktu pengambilan sampel dilakukan
pada bulan Juli – Agustus 2008;
3.
Jumlah sampel ditentukan sebanyak 150 responden agar sampel
memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi dan dapat dianggap cukup
representatif.
Kesimpulan
dan saran.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan
bahwa:
1.
Tingkat kualitas pelayanan yang diberikan oleh para petugas bank
masih belum memenuhi tingkat kepuasan nasabah secara menyeluruh. Namun jika
dilihat dari masing-masing dimensi kualitas terhadap kepuasan yang dirasakan
oleh nasabah,
maka :
·
Kualitas pelayanan jasa yang diberikan oleh petugas security,
lebih didominansi oleh dimensi empathy dan tangibles.
·
Kualitas pelayanan jasa yang diberikan oleh petugas customer
service, lebih didominansi oleh dimensi empathy dan assurance.
·
Dan Kualitas pelayanan jasa yang diberikan oleh petugas
collection, lebih didominansi oleh dimensi assurance dan empathy.
2.
Berdasarkan pemetaan dengan menggunakan diagram kartesius terhadap
kelima dimensi kualitas pelayanan jasa yang diberikan oleh petugas bank, maka :
·
Kualitas pelayanan jasa yang harus ditingkatkan lagi oleh petugas security
adalah atribut-atribut pada dimensi reliability dan responsiveness.
·
Kualitas pelayanan jasa yang harus ditingkatkan lagi oleh petugas customer
service adalah atribut-atribut pada dimensi reliability dan tangibles.
·
Dan Kualitas pelayanan jasa yang harus ditingkatkan lagi oleh
petugas collection adalah atribut-atribut pada dimensi reliability,
responsiveness, dan tangibles.
3.
Kesenjangan yang terjadi antara tingkat kepentingan dengan tingkat
kinerja berdasarkan urutan kesenjangan yang paling tinggi pada kualitas
pelayanan jasa oleh petugas security adalah pada dimensi reliability, petugas
customer service adalah dimensi tangibles, dan pada petugas collection adalah
dimensi reliability.
Saran.
Berdasarkan kesimpulan maka saran
yang penulis dapat sampaikan adalah bahwa tingkat kualitas pelayanan yang
diberikan oleh para petugas bank sebagai penyedia jasa perbankan harus lebih
ditingkatkan lagi sehingga dapat memberikan kepuasan pada para nasabah. Dengan
melihat pentingnya akan tingkat kepentingan nasabah terhadap tingkat kinerja,
maka pelayanan-pelayanan yang harus ditingkatkan adalah sebagai berikut:
a)
Prosedur pelayanan yang cepat dan mudah ;
b)
Prosedur penerimaan nasabah
yang cepat dan tepat ;
c)
Cepat dan tanggap dalam
menangani tugas ;
d)
Cepat dan tanggap dalam menghadapi complain nasabah ;
e)
Berada di tempat pada saat dibutuhkan ;
f)
Pengetahuan dan kecakapan
petugas dalam menangani tugasnya ;
g)
Jumlah tempat duduk yang
tersedia memadai ;
h)
Penataan interior,
Fasilitas AC dan ruang tunggu yang nyaman ;
i)
Toilet dan fasilitas di dalamnya bersih ; dan
j)
Media hiburan dan informasi tersedia pada ruang tunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar