BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Data Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ilmiah ini suatu kepuasan konsumen. Objek yang menjadi sampel adalah 47 orang konsumen dari keseluruhan populasi yang diperoleh penulis dengan menggunakan Kuisioner.
4.2. Hasil Penelitian dan Analisa Pembahasan
Dari hasil penelitian yang diperoleh melalui pembagian lembaran
angket (Kuesioner) kepada 50 orang konsumen untuk mengetahui tingkat kepuasan
terhadap kualitas merk produk dan loyalitas konsumen, maka hasil penelitian
dibagi menjadi 5 dimensi kualitas pelayanan seperti :
- Dimensi
Ketersediaan layanan
- Dimensi
Adanya Promo
- Dimensi
Keramahan Petugas
- Dimensi
Lokasi
Adapun proses penilaian, pengumpulan, dan perhitungan data dari
pembagian angket (kuesioner) dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Pengambilan
sampel. Pengambilan dilakukan dengan cara sample random sampling (sampel
acak sederhana) sebanyak 47 responden pada para konsumen.
- Kriteria penilaian tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas layanan konsumen, peneliti menggunakan data kuantitatif dengan bobot sebagai berikut :
Tabel 4.1
Kriteria Penilaian Tingkat
Kepuasan Pelanggan
|
Keterangan
|
Bobot
|
|
Sangat Setuju
|
5
|
|
Setuju
|
4
|
|
Netral
|
3
|
|
Tidak Setuju
|
2
|
|
Sangat Tidak
Setuju
|
1
|
4.1.1. Hasil Penelitian Responden
Pandangan Dunia Perbankan
Mantan Mentan Anton Apriantono dalam seminar ‘Menuju Pendirian Bank Pertanian’ yang diselenggarakan di kampus IPB Baranangsiang mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir penyaluran kredit perbankan pada sektor pertanian tidak beranjak pada angka 6 persen dari total penyaluran kredit nasional. Inilah yang menjadi indikasi masih kurangnya perhatian dunia perbankan terhadap pertanian kita.
4.1.2. Skala Likert
Berdasarkan analisis pembahasan yang dilakukan dengan metode skala
likert diperoleh adalah konsumen menyatakan setuju terhadap pelayanan yang di
terapkan pada merk produk dan loyalitas konsumen . Dengan menggunakan skala
likert diperoleh jumlah keseluruhan dengan rata – rata nilai 182,58 dengan
kategori setuju.
4.2. Rangkuman Hasil Penelitian
Pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya untuk menyediakan permodalan bagi petani melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP), Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL dari penyisihan laba BUMN), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pola penjaminan, skim kredit komersial namun sayangnya program tersebut masih belum dapat menjangkau seluruh petani Indonesia. Dr. Syukur selaku Direktur Pusat Pembiayaan Pertanian Departemen Pertanian memaparkan perlunya alternatif solusi solusi berupa Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKM-A) yang mudah diakses, prosedur cepat, prosedur relatif sederhana, berdasar budaya setempat dan dekat lokasi usaha, serta pengelolanya lebih paham dan mengenal karakter nasabah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar